Mesjid Agung BANTEN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Pantai Sawarna

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Debus

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Alun-alun

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Peta

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Blogger Widgets

Sabtu, 08 November 2014

Mengenal BANTEN

Sperti kata pepatah "Tak kenal,Maka tak Sayang" jadi sebelum memulai untuk perjalanan wisata kita, terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan sejarah Provinsi kelahiran saya ini :D


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOpiSJ3GdGDCCNXD6Dlk1YNacFtOLtzKfgMEacpJKCF9pGUIKSy9HuDUh19rATmEPE64oDGBxBk4NEzmKKdXM95kJ-YMEfUUbIJSV_-I2A9fmkGtgy6hjvNraRqaSMAt_Nk0bIVGofBA/s1600/tarif+JNE+OKE+Semarang+Banten.jpg

Sejarah Banten Dan Kepurbakalaannya
 
1.1 Banten Menjelang Abad XVI
Berita atau sumber-sumber sejarah tentang masa sebelum abad XVI sangat sedikit dapat ditemukan.  Setidak-tidaknya pada abad XV – XVI Banten sudah menjadi pelabuhan kerajaan Sunda.  Menurut Ten Dam di daerah sekitar ibukota kerajaan Sunda yakni Pajajaran, yang lokasinya sekitar Bogor sekarang, sudah ada dua jalur jalan darat penting yang menghubungkan daerah pantai utara dengan ibukota.
Sungai-sungai yang mengalir dari pedalaman ke Utara Jawa juga telah dimanfaatkan sebagai jalur hubungan daerah pedalaman dan daerah pantai.  Salah satu di antara dua jalur darat itu alah, jalan dari ibukota Pajajaran menuju Jasingga kemudian membelok ke Utara Rangkasbitung dan berakhirnya di Banten Girang.
Banten Girang terletak kira-kira 3 km di sebelah Utara kota Serang sekarang atau sekitar 13 km dari Banten Lama.  Dengan adanya nama Banten Girang (Girang = Hulu) timbul pikiran tentang kemungkinan adanya nama Banten Hilir (Hilir = Muara).  Tetapi yang menjadi pertanyaan apakah ada suatu kota bernamna Banten Hilir ? Dan jika itu ada apakah sama dengan Banten Lama sekarang ?
Pada waktu Tome Pires mengunjungi Banten tahun 1513, Banten merupakan pelabuhan yang belum begitu berarti tetapi sudah disebutkan sebagai pelabuhan kedua dari kerajaan Sunda  yang terbesar sesudah Sunda Kelapa.  Hubungan dagang telah banyak antar Banten dengan Sumatra dan banyak perahu yang berlabuh di Banten. Pengekspor  beras, bahan makanan dan lada.  Sedangkan sekitar tahun 1522 Banten sudah merupakan pelabuhan yang cukup berarti, dimana kerajaan Sunda melalui pelabuhan Banten dan Sunda Kelapa sudah mengekspor 1.000 bahar lada per tahun.

1.2. Banten Abad XVI
Ketika kerajaan yang bercorak Islam berdiri, pusat kekuasaan di wilayah ini yang semula berkudukan di Banten Girang dipindahkan ke Kota Surosowan di Banten Lama dekat pantai.  Dari sudut politik dan ekonomi, pemindahan ini dimaksudkan untuk memudahkan hubungan pesisir Utara Jawa dengan pesisir Sumatra melalui Selat Sunda dan Samudera Indonesia.  Situasi ini berkaitan dengan kondisi politik di Asia Tenggara masa itu, dimana Malaka sudah jatuh di bawah kekuasaan Portugis sehingga pedagang-pedagang yang segan berhubungan dengan Portugis mengalihkan jalur dagangannya melalui selat Sunda.
Berdirinya kota Surosowan sebagai ibukota kerajaan Banten adalah atas petunjuk dan perintah Sunan Gunung Jati pada puteranya Hasanuddin yang kemudian menjadi raja Banten pertama.  Kedatangan penguasa Islam ke daerah Banten terjadi kira-kira 1524 – 1525, pada saat mana daerah Banten masih ada dalam kekuasaan kerajaan Sunda.  Berdasarkan tradisi setempat yang menjadi penguasa kerajaan Sunda terakhir di daerah Wahanten Girang  (Banten Girang) adalah Prabu Pucuk Umun, putera Prabu Seda. Sunan Gunung Jati atau Syeh Syarief Hidayatullah yang menjadi penguasa Islam pertama di Banten tidak mentasbihkan diri menjadi raja pertama tetapi menyerahkan kekuasaan Banten kepada puteranya Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1526 menikah dengan putera Sultan Trenggana dinobatkan menjadi raja Banten pada tahun 1552.
Selain membuata keraton Surosowan, Hasanuddin juga telah membangun dua mesjid di sekitar Banten Lama sekarang.  Mesjid yang pertama ialah mesjid yang terletak di kampung Pecinan dan yang kedua ialah Mesjid Agung kerajaan yang terletak disebelah barat alun-alun.
Hasanuddin digantikan oleh Maulana Yusuf sebagai raja Banten yang kedua (1570 – 1580).  Ia telah memperluas wilayah kekuasaan Banten  sampai jauh  ke pedalaman  yang semula masih dikuasai kerajaan Sunda Pajajaran dan berhasil menduduki ibukota kerajaan Pakuan.  Berdasarakan tradisi, Maulana Yusuf telah memperluas bangunan Mesjid Agung dengan membuata serambi dan juga telah membangun mesjid lain di Kasunyatan (selatan Banten Lama).  Waktu Maulana Yusuf wafat yang berhak naik tahta ialah Pangeran Muhamad.  Karena waktu itu Pangeran Muhamad masih kecil maka yang bertindak sebagai wali raja ialah Pangeran Aria Japara.  Salah satu episode penting dalam masa pemerintahan Pangeran Muhamad ialah kedatangan kapal-kapal Belanda pada tahun 1596   yang berlabuh di pelabuhan Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Dari merekalah didapat catatan-catatan tertulis yang sangat berharga tentang Banten.

1.3. Banten Abad XVII - XVIII
Salah satu dari kondisi sosial politik dan sosial ekonomi  terutama sejak pertengahan abad XVII kerajaan Banten mulai dimasuki pengaruh Belanda.  Pada abad XVII kerajaan banten mengalami kemajuan perdagangan dan kebudayaan.  Raja-raja atau sultan-sultan yang memerintah dalam abad ini di Banten  adalah sebagai berikut :
a. Abdul Mufakir Makmud Abdul Kadir           1596 – 1640
b. Abdul Maali Akhmad                                1651 – 1672
c. Abdul Fathi Abdul Fatah                           1651 -  1672
d. Abdul Nas’r Abdul Kohar                          1672 -  1687
e. Abdul Fadhal                                           1687 -  1690
f. Abdul Mahasin Zainul Abidin                      1690 -  1733

Tentang nama-nama sultan yang memerintah pada abad XVII hampir tidak ada perbedaan interpretasi di antara beberapa penulis.  Tetapi mengenai masa pemerintahannya terdapat bermacam-macam tafsiran seperti misalnya yang dikemukakan oleh Valentijn.
Catatan mengenai kota Banten pada abad XVII dapat diperoleh dari berbagai sumber.  Diantara sumber tersebut menceritakan bahwa pada tahun 1664 Banten sudah dikelilingi oleh tembok kuat dan bermeriam.  Menurut sumber lainnya bahwa temboknya terbuat dari bata.  Keraton Surosowan yang tadinya tidak berbenteng, pada masa pemerintahan Sultan Abu Nas’r Abdul Kohar diberi benteng keliling.  Hal ini terbukti dari catatan Schouten yang belum menyebutkan adanya benteng keraton.  Berdasarkan catatan Belanda benteng ini dibuat oleh Hendrik Lucaszoon Cardeel menurut Valentijn.  Ia juga telah membngun sebuah menara yang dibuat di halaman depan Mesjid Agung Banten dan bangunan Tiyamah yang didirikan di sisi selatan serambi Mesjid Agung.

 1.4.  Banten abad XVII-XIX
Pada abad XVIII rakyat Banten sangat prihatin dan tidak setuju dengan cara yang diterapkan Belanda di Kesultanan Banten. Muncullah perjuangan para tokoh-tokoh Banten, mereka sebagai grilyawan yang bermarkas di hutan-hutan selatan, selalu siap menghadapi tentara Belanda yang menuju Batavia yang mengangkat rempah-rempah dan barang-barang perdagangan lainnya dari banten. Pada babad Bantenpun tersebut bahwa Selat Sunda setiap saat  waspada dan disiapkan para bajak negara yang sering disebut Bojonegoro, untuk memusnahkan kapal-kapal kompeni Belanda.
Dari sultan ke sultan, sejak pergantian Sultan Haji oleh Sultan Abdul Fadhal pada tahun 1687 dan dilanjutkan oleh sultan berikutnya pada tahun 1690, yaitu sultan Abul Mahasin Zainul Abidimn, kesultanan Banten tidak banyak mengalami kemajuan apa-apa kecuali saat banten dipegang oleh Sultan Fathi Muhammad Syafa Zainul Arifin pada tahun 1733, banyak terjadi pemberontakan–pemberontakan. Hal itu disebabkan karena adanya tekanan-tekanan Kompeni Belanda yang dirasakan oleh rakyat Banten, seperti kerja rodi dan lain sebagainya.
Pada tahun 1740-1753, Sultan Syarifuddin baru memerintah menggantikan Sultan Fathi terjadi banyak pemberontakan, antara lain adanya perlawanan rakyat dibawah pimpinan Ki tapa, seorang alim yang selesai bertapa di Gunung Muara. Rakyat menyaksikan bagaimana penguasa-penguasa keraton dikuasai Belanda. Mereka hanya menjadi alat penjajah untuk memeras rakyat. Terlebih lagi ketika Sultan Fathi Muhamad Siffa Zainul Arifin ditangkap dan di buang ke Ambon atas hasutan Syarifah Fatimah pada tahun 1735. Setelah itu syarifah Fatimah diakui sebagai wakil Sultan, dengan memakai gelar Ratu. Hal ini merupakan ssuatu penghinaan dan penghianatan terhadap penguasa Banten.
Para pengikut dan pecinta Sultan Ageng mendapat kesempatan bersama-sama rakyat Banten lainnya untuk melawan Belanda.
Nama Raja/Sultan
Yang memerintah di Banten
Tahun
Pemerintahan
Syarief Hidayatullah Susuhunan Gunung Jati
Maulana Hasanuddin Panembahan Surosoan
Maulana Yusuf Panembahan Pakalangan
Maulana Muhammad Pangeran Ratu Banten
Sultan Abulmafachir Mahmud
Sultan Abul Ma’ali Ahmad Kenari
Sultan Agung Tirtayasa Abulfathi Abdul Fatah
Sultan Haji Abunhasri Abdul Kahhar
Sultan Abul Fadhal
Sultan Abul Mahasin Zainul Abidin
Sultan Muh. Syifai Zainul Arifin
Sultan Syarifuddin ratu wakil
Sultan Muh. Wasi’ Zainul Alimin
Sultan Muh. Arif Zainul Asyikin
Sultan Abul Mafakih muh. Aliyudin
Sultan Muhyiddin Zainussolihin
Sultan Muh. Ishak Zainul Muttakin
Sultan Wakil Pangeran Natawijaya
Sultan Agiluddin (Aliyuddin II)
Sultan Wakil Pangeran Suara Manggal
Sultan Muhammad Shafiyuddin
Sultan Muhammad Rafi’uddin

1525
1552
1570
1580
1596
1640
1651
1672
1687
1690
1733
1750
1752
1753
1773
1799
1801
1803
1803
1808
1809
1813


Tahun-tahun bersejarah beberapa pemberontakan di Banten sebagai perlawanan rakyat kepada penjajah Belanda.
Pada tahun 1808
Rakyat menentang Marsekal Deandels dalam pembuatan pelabuhan di Ujung Kulon. Pemberontakan di Pasir Peteuy, Pandeglang di bawah pimpinan Mas Nuriman.
Pada tahun 1809
Ketika Pemerintah Hindia Belanda Memerintahkan untuk membuat Anyer-Panarukan terjadi pemaksaan dan kekerasan sehingga mengakibatkan pemberontakan:
1.     Pemberontakan Banten Selatan
2.     Pemberontakan Anyer
3.     Penyerbuan di Cikande
Pemberontakan di Leuweung Lancar, di bawah pimpinan Mas Angabay Naya Wipraja dan Angabay Jaya Sedana sebagai dendam atas serbuan Deandels ke Banten serta musnahnya Keraton. Juga diakibatkan karena dikuasainya Banten dan Lampung sebagai jajahan Belanda.   Tangerang, Jasinga dan Sadeng dirampas untuk kemudian dimasukkan ke Batavia dan sebagai batasnya adalah Cidurian dan Bogor.
Pada tahun 1813    
Terjadi pemberontakan Undar-andir di bawah pimpinan Mas Ngabai Lonang dan Mas Djakaria, yang terkenal dengan pemberontakan Undar-andir I.
Pada tahun 1815     
Dikenal dengan pemberontakan Mas Djuring dan Mas Sampiuh di Pandeglang.  Saat itu keraton di Ciekek dengan sultannya bernama Achmad.
Pada tahun 1817      
Terjadi pemberontakan Undar-andir II di bawah pimpinan seorang yang bernama Bidin dan Agus Kamis.
Pada tahun 1830
Terjadi Pemberontakan Nyimas Gamparan bersama saudara-saudaranya , peperangan terjadi di Cikande, Rangkasbitung, waringin Kurung, Pandeglang sampai ke Tarogong. Serangan rakyat terhadap tanam paksa yang lebih di kenal dengan istilah Belanda Kultur Stelsel. Penyerbuan terjadi di sekitar lereng Gunung Karang.
Pada tahun 1845   
Terjadi Perang Cikande II di bawah pimpinan mas sarean, dibantu oleh seorang wanita yang bernama Nyi Tinah beserta 34 orang pengikut yang semuanya wanita, Belanda kewalahan menghadapi serangan tersebut, namun mereka akhirnya semua dihukum gantung.
Pada tahun 1858     
                            Dilanjutkan dengan pemberontakan Culang Batu ke II, dimana dalam pertempuran tersebut ada seorang letnan Belanda yang mati terbunuh.
Pada tahun 1886      
Terkenal dengan terjadinya Pemberontakan di cilegon, di bawah pimpinan H. Wasyid dan puncak perlawanan itu disebut Geger Cilegon 1888 yang didukung oleh para ulama dan jawara Banten.

2. KEPURBAKALAAN
       Di Banten Lama dan sekitarnya kini masih terdapat beberapa peninggalan kepurbakalaan yang berasal dari zaman kerajaan Islam Banten (abad XVI – XVIII)
       Peninggalan tersebut ada yang masih utuh namun banyak yang tinggal reruntuhannya saja bahkan tidak sedikit yang berupa fragmen-fragmen kecil. Peninggalan berupa artefak –artefak kecil yang dikumpulkan dalam penelitian dan penggalian kepurbakalaan kini telah disimpan di Museum Situs Kepurbakalaan yang terletak di halaman depan bekas Keraton Surosowan.
Peninggalan kepurbakalaan tersebut adalah :
1.       Komplek Keraton Surosowan
2.       Komplek Mesjid Agung
3.       Meriam Ki Amuk
4.       Mesjid Pacinan Tinggi
5.       Komplek Keraton Kaibon
6.       Mesjid Koja
7.       Kerkhof
8.       Benteng Spelwijk
9.       Klenteng Cina
10.   Watu Gilang
11.   Makam Kerabat Sultan
12.   Mesjid Agung Kenari
13.   Benda-benda purbakala di Museum Banten

Sawarna Beach, Pantai Legendaris

Pantai Sawarna

Pantai ini berlokasi di Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Sawarna nama pantainya, berada di sebuah desa pesisir yang memiliki berbagai macam objek wisata menarik untuk dikunjungi seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata. Wilayah pesisir indah ini menyatu dengan kisah mistis Nyai Roro Kidul dan ekploitasi batu bara di Bayah dan Lebak oleh penjajah asing.
Pantai Sawarna di Banten 
Disini, selain bermain2 dipantai anda juga bisa menikmati Desa Wisata Sawarna yang merupakan titik awal Anda menjelajah alam yang elok hingga pengalaman berinteraksi dengan masyarakat tradisionalnya yang bersahaja. Pantai indah ini jaraknya sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung. Berwisata di pantai ini sangat menyenangkan dan berkesan karena  alamnya masih asli juga memiliki air laut yang jernih tidak tercemar.
Pantai ini akan menawan mata dan hati Anda. Apabila Anda yang hobi berselancar atau surfing mengapa tidak merasakan ombaknya yang spektakuler bahkan telah dicicipi peselancar dari Amerika, Australia, Jepang, dan Korea.
 Anda juga dapat merasakan snorkeling untuk menyapa beragam ikan hias dan terumbu karang. Temukan keindahannya di Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, dan Pantai Teluk Legon Pari.

Selain objek keindahan pantainya di Sawarna ada pula wisata gua. Beberapa gua yang berbeda ukuran dapat Anda kunjungi seperti: Goa Lalay, Goa Sikadir, Goa Cimaul, Goa Singalong, dan Bukit Pasir Tangkil.  Goa di Sawarna merupakan gua karst (batu gamping) yang terbentuk dari masa Miosen awal. 
http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/03/Goa-Lalay.jpg

Arung Jeram di BANTEN


Nah! Buat kamu yang suka dengan "TANTANGAN" wisata yang satu ini pilihannya "Sungai Ciberang" di Lebak, Banten terkenal akan wisata arung jeramnya. Selain menikmati wahana arung jeram, Anda dapat melihat anak-anak menghabiskan waktunya dengan bermain di sungai.
Jalan yang lumayan ekstrem saya lalui dari Kota Rangkasbitung menuju daerah Lebak Gedong, sekitar 1,5 jam. Letaknya pun tidak jauh dari Pondok pesantren Latansa yang mungkin sekolahnya sudah terkenal bagi teman-teman semua. Dari Ponpes Latansa itu sekitar 15 menit perjalanan menuju tempat arung jeramnya.
Keceriaan anak-anak kecil yang sedang bermain air di bawah jembatan. Dengan santainya mereka meloncat dari atas jembatan ke sungai, sungguh pemandangan yang mungkin jarang anda lihat di kota. Senyum dan tawa mereka bisa membuat kita rileks, seakan mampu melepas penat yang biasa kita rasakan di kota.

Ini saya share foto-fotonya, lumayan bisa mengobati rasa penat yang mungkin Anda dan saya rasakan. Tapi ini bukan porno aksi ya, soalnya anak kampung di sana kalau renang tidak pakai apa-apa. Maklumlah daerahnya masih kampung.
http://www.tiket.com/img/business/1/3/business-1328752650_179716660_2-gambar--wisata-arung-jeram-sungai-ciberang-banten.l.jpg

Pesona Pulau Peucang

Pulau Peucang di Ujung Kulon

Setelah Kita main-main di pantai/lautan/pulau , kini kita bakal main-main di-Sungai. Menikmati ketenangan suasana alam Pulau Peucang di Ujung Kulon yang masih sangat alami. Mengamati kehidupan binatang habitat asli Ujung Kulon (Rusa, Merak, dsb). Tracking santai ke padang savana Cidaon tempat pengembalaan banteng. Berkanu menyusuri sungai Cigenter (Amazone versi Ujung kulon) sambil mengamati kehidupan bebas binatang liar yang ada di tepian sungai.




Pulau Peucang merupakan pulau yang terdapat di selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Banten atau sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon. 
Pulau ini bersama Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum termasuk dalam wilayah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Taman Ujung Kulon, juga berkunjung ke pulau berpasir putih ini. 
Karena dalam wilayah Taman Nasional Ujung Kulon,Pulau Peucang juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum. (Pulau Peucang)



Tanjung Lesung,tak Mau Kalah Dengan Pulau Umang

Ya, selain Pulau Umang .
Ngobrolin pantai di kawasan Banten, pasti tidak luput dengan Pantai Anyer dan pantai carita. Memang kedua pantai ini sangat tersohor di kawasan Banten dan sekitarnya. Khususnya bagi warga Jakarta yang memang posisinya tidak jauh dari porvinsi Banten. Sehingga sering menjadikan pantai anyer dan pantai carita ini sebagai tempat berlibur mingguan. Kalian bisa melihat ini dari ramainya jalan raya anyer jika pada hari libur. Tapi apakah kalian tahu bahwa ada satu pantai lagi yang memiliki ekostisme seindah pantai anyer dan pantai carita. Ya, pantai itu adalah Pantai Tanjung Lesung. Pantai ini dinamakan tajung lesung karena memang bentuk pantainya yang mirip ujung lesung yaitu alat tradisional yang digunakan untuk menumbuk padi.

tanjung lesung banten Panorama Alam Pantai Tanjung Lesung





Obyek wisata yang terletak di kabupaten Pandeglang Banten ini memiliki luas sekitar 150 hektar. Dibuka sejak tahun 1999 sebagai tempat wisata, walaupun masih tergolong baru. Tempat wisata ini sudah cukup memiliki fasilitas  yang lengkap dan representatif. Pengembangan pun terus dilakukan oleh pemerintah setempat, karena memang obyek wisata yang satu ini akan dijadikan wisata bahari terkemuka di Indonesia.
Hamparan pasir putih dan gelombang ombak yang berkejar-kejaran menjadikan pantai ini selalu dirindukan oleh para wisatawan yang telah datang kesini. Pasir putih yang halus serta hembusan angin sepoy-sepoy menjadikan tempat ini cocok sekali dikungjungi oleh kolekga dan teman-teman. Hamparan pasir putihnya juga landai dan luas, sehingga cocok sekali untuk dijadikan tempat bermain. Kalian bisa melakkukan berbagai aktifitas di pantai ini, seperti bermain bola, voly pantai, membangung istana pasir, atau sekedar berjemur di pinggir pantai.
Posisi pantai yang tidak menghadap langsung ke laut lepas menjadikan ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Sehingga kalian bisa bermain olah raga air seperti jetski, snorkling, maniki perahu, atau sekedar berenang. Semua kegiatan itu bisa kalian lakukan di Pantai Tanjung Lesung ini.
pantai tanjung lesung Panorama Alam Pantai Tanjung Lesung
Untuk mencapai Pantai ini yang terletak di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia. Kalian tinggal menempuh perjalanan dari tol Jakarta – Merak. Setelah itu keluar di tol Serang Timur. Setelah melewati kota Serang, perjalanan kalian lanjutkan menuju Pandeglang lalu Labuan. Dan yang terakhir kalian akan tiba di Pantai Tanjung Lesung. Untuk mencapai pantai yang indah ini juga ada rute kedua, yaitu melalui tol Jakarta – Merak dan keluar di tol Cilegon. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menyusuri pantai Anyer dan carita. Setelah itu lanjut ke Labuan dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Perjalanan ke pantai ini sekitar 160 Km dengan jarah tempuh sekitar 2,5 – 3 jam. Bukan perjalanan yang jauh, karena jika kalian melalui rute kedua yaitu melalui pantai anyer dan carita. Kalian bisa mampir ke beberapa pantai yang ada disana. Pasti akan menjadi pengalaman yang mengasyikan. Selamat berwisata. Salam Blogger :D

Jumat, 07 November 2014

Kuliner Dari BANTEN

Ngomongin Soal Banten, nih aku punya saran di Banten ini ga kalah enaknya masakan khasnya dibandingkan dengan daerah lainnya . yukk sikat sob :D

1. Sate Bandeng
 sate bandeng (resepmasakanindonesia.info)
Yang Per-tama nih Sate Bandeng .Berkunjung ke wilayah Banten rasanya belum lengkap tanpa merasakan kelezatan sate bandeng. Konon, masakan ini merupakan ide dari Sultan Banten pada abad ke-16 yang ingin menyajikan masakan ikan bandeng tanpa duri kepada tamunya. Olahan ini juga menghilangkan rasa asli ikan bandeng dan tergantikan oleh bumbu-bumbu gurih. Sate bandeng bisa disantap dengan nasi tanpa harus menambahkan bumbu sambal seperti sate lainnya. Hingga saat ini, menu masakan ini masih tetap digemari oleh masyarakat Banten. Hal ini terlihat pada banyaknya warga Banten yang masih menyajikan sate Bandeng pada acara perayaan hari-hari besar, upacara pernikahan, maupun acara hajatan lainnya.

2. Rabeg Banten
Ikon makanan tradisional khas Banten lainnya adalah rabeg . Rabeg adalah makanan yang terdiri dari daging dan jeroan kambing bercita rasa gurih manis dengan segarnya serai, daun jeruk bersama rempah pala, cengkeh dan kayu manis. Konon, rabeg adalah makanan atau hidangan untuk para sultan, namun saat ini rabeg sudah menjadi menu khas masyarakat. Bahkan, setiap kali ada acara pernikahan, khitanan, dan sebagainya, rabeg selalu dijadikan menu utama. Makanan khas ini pun dijual kala ada acara tontonan tradisional warga, seperti ubrug, wayang, dan jaipongan.
Rabeg banten (bpkp.go.id)
Rabeg banten
3. Nasi Sumsum
Nasi bercampur sumsum tulang kerbau ini merupakan makanan khas Banten. Nasi sumsum dimasak dengan cara dibakar sehingga menghasilkan aroma serta cita rasa istimewa yang dapat membangkitkan selera makan. Yang menjadi ciri khas nasi sumsum tersebut adalah pengolahannya yang masih sangat alami di mana bumbu untuk makanan ini masih tetap ditumbuk. Alasannya sederhana, supaya bumbu yang menyatu dalam nasi dan bumbu terasa alami. Nasi sumsum biasanya dihiasi ketimun dan sisiran tomat. Agar lebih nikmat, biasanya nasi sumsum ditemani sate lidah kerbau atau otak-otak. Meski tergolong makanan langka, nasi sumsum masih dijual di beberapa rumah makan di Serang.

Nasi sumsum (banten-abiz.blogspot.com)
Nasi sumsum
4. Ketan Bintul

Ketan bintul adalah sajian ketan berbungkus daun pisang yang dinikmati dengan serundeng kelapa. Nasi ketannya diolah dengan cara dikukus, kemudian dimasukkan ke dalam wadah. Saat akan disajikan, ketan dipotong persegi. Rasa ketannya legit gurih. Penganan ini paling enak disantap ditemani teh atau kopi. Dahulu, makanan ini hanya ada di bulan Ramadhan sebagai menu buka puasa. Namun, sekarang sudah menjadi menu sarapan sehari-hari.
Ketan bintul (seputarbanten.com)

Fasilitas

FASILITAS

Di Pulau Umang ini sob beserta rombongan bisa menikmati fasilitas2 yang tersedia di pulau kebanggaan BANTEN ini, monggo dibaca :

Yang pertama dan pastinya ada Swimming Pool,  Kids Pool, Jacuzzy, Sunrise Dome, Beach Club, Lobby Lounge.
Tidak hanya untuk orang dewasa . untuk anak2 pun banyak sekali fasilitas yang sudah disediakan oleh Pulau Umang Resort ini Seperti Table Tennis, Kids Club, Traditional Massage,Meeting Room,Banquet Hall, Drugstore, Karaoke Room, Pool Table, Parking Area.
Soal keamanan jangan tanya karena ada Security 24 Hrs :D
Dan masih banyak fasilitas lainnya seperti, Driver Rooms, Satellite TV, Room Service, dan Fishing Boat.

PACKAGE RATES

PACKAGE 3D2N SHARING 4 ADULT/ROOM 3 Day / 2 Night
WD WE = HS.WD LWE = HS.WE
4.800.000 5.000.000 6.600.000
Additional Adult 1.050.000 1.200.000
Child 360.000 405.000
Baby Sitter 240.000 240.000
Driver 240.000 240.000
Stay Over Night
Type 2D1N 3D2N
WD WE = HS.WD LWE = HS.WE WD WE = HS.WD LWE = HS.W
Share 2 1.790.250 2.310.000 2.656.500 3.580.500 4.620.000 5.313.000
Share 3 2.310.000 2.829.750 3.254.213 4.620.000 5.659.500 6.508.000
Share 4 2.829.750 3.349.500 3.851.295 - - -
Share 5 3.349.500 3.869.250 4.449.638 5.850.000 7.050.000 7.800.000
Share 6 3.753.750 4.273.500 4.914.525 6.900.000 8.100.000 9.000.000


Additional Night
Adult 519.750 597.713 1.039.500 1.195.426
Child 173.250 199.238 346.500 398.476
BabySitter 115.500 115.500 231.000 231.000
Driver 115.500 115.500 231.000 231.000
Notes :
  • Pembayaran dapat melalui BCA, kartu kredit Visa & Mastercard
  • Special Group minimal 25 orang
  • Tidak diperbolehkan membawa hewan peliharaan